Archive for Politik

Saddam Hussein: akhir kisah sang penguasa

sejak petang ini hingga beberapa hari ke depan, mungkin sebagian blogger nulis seputar Saddam Husein dari berbagai sisi

Melihat tayangan tv, Antara News dan berita dari metro tv online petang tadi membuat kuduk merinding, …
Mantan penguasa Iraq yang fenomenal itu dihukum GANTUNG, tanpa penutup kepala.
Mungkinkah permintaan yang bersangkutan?
Sementara ini tak ada konfirmasi tentang hal itu.

Dalam hati bertanya-tanya …
Apakah hukuman itu setimpal dengan yang diperbuatnya ketika berkuasa?
Bagi keluarga dan pendukungnya mungkin dianggap bentuk kebiadaban, dan kita tidak tau apakah akan ada reaksi setelahnya.
Bagi lawan politiknya atau yang pernah teraniaya mungkin dianggap setimpal, dan dianggap balasan yang patut dirayakan.

Bagi saya yang tidak tau apa-apa, menyisakan renungan …
Yah KEKUASAAN.
Kekuasaan tak jarang identik dengan pertikaian, permusuhan, saling serang, bahkan pembunuhan dan pembantaian.
Argumen bisa dibuat … yang penting adalah sebuah semboyan “hilangkan semua penghalang” … semboyan pendek dengan implikasi sangat luas.
Inikah arti kata “kekuasaan” ?
Ataukah kekuasaan model begini merupakan dorongan hasrat berkuasa selamanya ?
Ataukah mabuk kekuasaan sudah menjadi tumor ganas yang massif, metastase ke seluruh jaringan tubuh, untuk membentuk dinasti tirani?
Setiap insan bisa menjawab dengan sudut pandang sendiri-sendiri.

Sebuah perbandingan mungkin bisa dijadikan renungan
Di satu negara, kekuasaan diperebutkan dengan aturan mapan, sedangkan di negara lain kekuasaan diperebutkan dengan hiasan tangis dan darah manusia.

KEKUASAAN
Jika diperluas, kekuasaan atau yang identik dengannya, tak hanya memperebutkan pucuk pimpinan negara, struktur seputar tata pemerintahan atau organisasi.
Bisa jadi kekuasaan merambah dalam ranah sisi-sisi kehidupan lain … ah

Bagi rakyat-rakyat kecil dan mungkin sebagian besar manusia … dambaan hidup adalah ketentraman.

Di manakah kita berada?
Dalam himpitan kekuasaan, dalam lingkup kekuasaan, merencanakan mengambil alih kekuasaan, bagian sayap-sayap kekuasaan … atau ?
Jawaban ada dalam nurani masing-masing.

Lho koq serius ….
omong-omong di dunia Blog ada ngga dorongan ingin berkuasa …. *becanda*

Comments (14)

Mengharap kesungguhan Wakil Rakyat

suara hati seorang rakyat yang tak berarti, sangat subyektif, egois dan tak layak dibaca.

Di bulan-bulan begini konon Para Wakil Rakyat sedang sibuk menyusun draft Rencana Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah untuk tahun anggaran 2007 di masing-masing pemerintah daerah tingkat I maupun tingkat II.
Desentralisasi memberi peluang besar pemerintah daerah tingkat II untuk mengadakan akselerasi pembangunan di daerahnya. Serempak ataupun bertahap.
Itu idealnya, … dan mestinya bisa dilakukan.

episode impian saya: … Baca entri selengkapnya »

Comments (17)

Kisah seorang wanita terhormat

Bangunan megah itu bernama gedung wakil rakyat.
Tempat para wakil rakyat terbaik ngantor, bekerja, rapat, bersidang (kadang ada juga sih yang disorot tv ketiduran, mungkin lelah setelah kerja teramat sangat keras), ada sidang paripurna, sidang istimewa (bukan berarti ada sidang tidak istimewa), dan berbagai hajat kelembagaan lainnya.
Tempat merumuskan RUU, UU dll, disertai perdebatan demi (rakyat) tentunya …

… ssst (ada bisik-bisik tempat tawar menawar, atau bargaining gitu, tapi bisik-bisik jangan dipercaya, … kalo salah dianggap fitnah)
Tempat warga pilihan yang “tidak” mungkin ada korupsi dan sejenisnya (dijamin)
Yacch pendeknya tempat serba “terhormat” lah … rasanya semua sepakat soal itu …
Handsome, gentle … begitu ada kekhilafan “dikit” aja, langsung mundur seperti di Korea, Jepang …

Makanya pak wakil presiden memuji setinggi langit ketika ada kadernya yang “khilaf dikit” lalu mengundurkan diri … sungguh gentle … seperti penonton bola memuji Ronaldinho saat mencetak gol akrobatik
Suasana rapat, ah namanya tempat terhormat, sungguh sangat santun … tak kan terlihat otot-ototan, tuding-tudingan, apalagi sampai saling dorong dan jotosan … nggak bakal ada … percayalah … santun

Dan para penghuninya, kita mafhum, adalah sosok hebat dari kader partai pilihan rakyat, sekali lagi pilihan rakyat … jadi jangan sangsikan lagi kapabilitas kekaderan di partainya … artinya partai adalah kawah candradimuka …
Dan sebagai ajang pendadaran, partai dipimpin oleh para politisi handal dalam segala hal, dapat dipercaya, pandai, selalu ingat akan janji saat kampanye, mengedepankan kepentingan bangsa dan amat tinggi tataran moralnya, jangan pernah sangsikan itu ..
Kalau ada satu atau dua (jangan dilanjutkan 3,4,5 ya) … itu adalah “oknum” sekali lagi oknum saudara-saudara …

Makanya ketika detiknews memuat obrolan “sedap-sedap” menyangkut petinggi partai yang nantinya menjadi calon kepala daerah atau penghuni gedung megah, saya tidak percaya, mana mungkin sih … oknum atau isu belaka.
Bila masih sangsi, silahkan baca kusak-kusuk detiknews ini …..
Nah apa saya bilang, … hanya berita burung tak berujung, hanya kusak-kusuk tak berbentuk kan ….

Karenanya, bila ada kabar tak sedap (menyangkut partai atau lembaga terhormat) tanpa bukti, saya tidak percaya, saudara-saudara juga jangan percaya …

Percayalah, ditangan beliau-beliaulah kesejahteraan negeri ini kita gantungkan …
Tidak mungkin para politisi kita yang menjunjung tinggi adat ketimuran akan bertindak cela, tidak mungkin …. sekali lagi “tidak” mungkin saudara-saudara…

🙂

Comments (6)

Angin segar Poligami (lagi)

Menjelang tutup tahun 2006, ngerumpi poligami rasanya tak akan berhenti.
Betapa tidak, ditengah ramainya pro-kontra Poligami … eh … seorang unsur pimpinan DPR RI melangsungkan pernikahan keduanya …Poligami… yuk baca berita di JawaPos
Bapak ZM Yang Terhormat tersebut, menambah “kehormatannya” dengan menyunting seorang janda cantik YNL beranak 3, pas pada Hari Ibu. Bapak ZM mempunyai anak 3 hasil pernikahannya dengan istri pertama yang menurut pengakuan beliau menunggu di Solo, sedangkan sang istri kedua juga memiliki 3 anak dari pernikahannya terdahulu. Sayang ngga disebut, siapa suami pertamanya (kata mempelai wanita sih mantan suaminya seorang kolonel) dan apa penyebab perceraiannya … *nyebar goosssiiiiip*
Mungkin bagi kedua pasangan berbahagia tersebut inilah makna Hari Ibu, pas dengan HUT sang istri kedua, …itu bilang beliau di koran. Kata beliau …”ini takdir yang harus saya jalani” …
Kita belum dapat gosipan, apakah kebahagiaan kedua mempelai ini juga menjadi kebahagian istri pertama bapak ZM? …. ahhhh apa sih hubungannya.

Tapi yakin deh, banyak yang kepingin tahu… tunggu aja ntar malam, siapa tau temen-temen blog di sekitar solo dapat bocorannya …

Apa sih peduli kita, koq ngurusi orang lain? Mungkin ada yang bertanya seperti itu kan …
Yaaach, apa salahnya pingin tau … namanya juga pejabat negara, kita para jelata kan juga ingin melihat seberapa besar kebahagiaan Bpk ZM dan kedua istrinya tersebut …. ngaku deh, pingin tau kan.
Tapi yang jelas istri kedua itu “bintang iklan” lho …

Yang paling menarik adalah pernyataan istri kedua. Demikian kutipannya:”Kami sama-sama wanita, jadi saya sangat memahami perasaan beliau. Karena itu, saya mau minta izin sekaligus meminta maaf atas keputusan ini. Mudah-mudahan, nanti kita bisa solid “.
Keikutbahagiaan saya sebagai rakyat atas kebahagiaan sang panutan seperti terenggut, … lah … kalo nanti istri pertama ngga ngijinin gimana dong, padahal udah ijab kabul … berarti istri pertama “dipaksa” ngijinin …. kalo ngga ngasih maaf, gimana ya … trusss bisa solid engga ya …

Gimana pula anak mempelai wanita (kedua), salah satu anaknya tidak mau disebut namanya karena takut diledek temen sekolah … ekses sosial? … kasian.
Ahhhh ahhh ahhh … Poligami.

Berita terkait: detik.com

… sebelumnya sih beliau ndukung poligami

 

Comments (1)

pro-kontra Poligami di Hari Ibu ke 78

Sabtu, 22 Desember 2006 kemarin kita memperingati Hari Ibu ke 78. Melihat kejadian terakhir menyangkut kaum wanita, sudah diduga peringatan Hari Ibu tahun ini … bakalan rame … !

“Saya melihat, perempuan Indonesia merupakan potensi dan aset yang luar biasa. Tidak saja karena melihat jumlahnya, tetapi juga karena kecenderungan watak dan karakternya yang terbuka, tekun, penyabar dan jujur,” demikian kutipan pidato Presiden RI, bapak SBY di TMII seperti diberitakan media.

Ternyata rame betulan …
Beberapa waktu lalu, di awal reformasi kita dihentak oleh gerakan para wanita Indonesia yang menuntut “penyetaraan” gender. Bukan saja masalah perlakuan dan kesempatan secara umum, bahkan masuk ke wilayah politik dan kekuasaan. Menurut saya, gerakan tersebut mulai menuai buah, terbukti dengan munculnya kepala daerah wanita yang di jaman orba amat sangat tabu. Kepala instansi wanita, bukan lagi pemandangan luar biasa, anggota legislatif wanita makin banyak. Pendeknya, wanita setara dengan pria dalam pengambilan keputusan di ranah tersebut. Mungkin belum memenuhi quota tuntutan, namun waktu jua yang akan mengarah ke sana, di samping kemauan wanita sendiri.
Di tengah perkembangan menuju proses penyataraan gender, masalah gender ramai lagi dibicarakan hingga ke kampung-kampung seiring mencuatnya isu Poligami.
Di sinilah hiruk pikuk … “pro-kontra kesetaraan” muncul lagi dengan konteks berbeda.
Sebagian wanita “mendukung” “penuh”, sebagian lainnya “menentang” poligami. Sudah barang tentu masing-masing mengeluarkan “jurus sakti” sebagai dasar sikapnya. Namanya dukung mendukung, tak heran perbedaan sikap tersebut memunculkan letupan-letupan.
Rupanya himbauan “cooling down”, tak mampu meredakan pembicaraan poligami.

Nah, disaat Hari Ibu ke 78 diperingati dengan mengambil tema; “Dengan Hari Ibu ke 78, Kita Budayakan Kesetaraan dan Keadilan Gender”, para Pejabat Negara dan beberapa Dubes negara sahabat yang hadir, disuguhi dua kelompok demo, satu kelompok menyuarakan “Pro Poligami” plus “menentang kesetaraan”, kelompok lainnya “menentang Poligami“, lengkap dengan spanduknya.

Entah apa di benak para duta besar yang hadir.
Kalo toh diwawancarai kemungkinan memberikan jawaban diplomatis.
Yang saya pikirkan:
Apa ibu-ibu itu tidak diantar suaminya?
Atau mungkin diantar suami?
Jika diantar, di mana mereka (para suami)?
Ngumpul di tempat pemberangkatan atau nonton di sekitar TMII?
Jangan-jangan para suami kedua kubu tersebut malah kongkow-kongkow sambil makan bakso bersama …. ha hahahaha.
ohhh poligami ….

Comments (1)