Archive for Media

Review Blog, kenapa tidak ?

P r o l o g
Review terhadap sebuah blog sangat menarik bagi saya. Terlebih setelah ada blogger yang melakukannya, seperti Kang Adhi mereview masalah antek-antek dan temen yang hipotensi ( melibatkan juga Bung Arif ) serta Bung Tajib, otomatis melibatkan juga lainnya (secara interaktif).
Beberapa waktu lalu beliau berdua me review postingan Bung wadehel karena rindu setelah 2 hari gak ngeblok.
Saya yakin jauh sebelumnya, para blogger sudah biasa mereview blog lain atau blognya sendiri dengan berbagai tujuan. Baca entri selengkapnya »

Comments (28)

Saddam Hussein: akhir kisah sang penguasa

sejak petang ini hingga beberapa hari ke depan, mungkin sebagian blogger nulis seputar Saddam Husein dari berbagai sisi

Melihat tayangan tv, Antara News dan berita dari metro tv online petang tadi membuat kuduk merinding, …
Mantan penguasa Iraq yang fenomenal itu dihukum GANTUNG, tanpa penutup kepala.
Mungkinkah permintaan yang bersangkutan?
Sementara ini tak ada konfirmasi tentang hal itu.

Dalam hati bertanya-tanya …
Apakah hukuman itu setimpal dengan yang diperbuatnya ketika berkuasa?
Bagi keluarga dan pendukungnya mungkin dianggap bentuk kebiadaban, dan kita tidak tau apakah akan ada reaksi setelahnya.
Bagi lawan politiknya atau yang pernah teraniaya mungkin dianggap setimpal, dan dianggap balasan yang patut dirayakan.

Bagi saya yang tidak tau apa-apa, menyisakan renungan …
Yah KEKUASAAN.
Kekuasaan tak jarang identik dengan pertikaian, permusuhan, saling serang, bahkan pembunuhan dan pembantaian.
Argumen bisa dibuat … yang penting adalah sebuah semboyan “hilangkan semua penghalang” … semboyan pendek dengan implikasi sangat luas.
Inikah arti kata “kekuasaan” ?
Ataukah kekuasaan model begini merupakan dorongan hasrat berkuasa selamanya ?
Ataukah mabuk kekuasaan sudah menjadi tumor ganas yang massif, metastase ke seluruh jaringan tubuh, untuk membentuk dinasti tirani?
Setiap insan bisa menjawab dengan sudut pandang sendiri-sendiri.

Sebuah perbandingan mungkin bisa dijadikan renungan
Di satu negara, kekuasaan diperebutkan dengan aturan mapan, sedangkan di negara lain kekuasaan diperebutkan dengan hiasan tangis dan darah manusia.

KEKUASAAN
Jika diperluas, kekuasaan atau yang identik dengannya, tak hanya memperebutkan pucuk pimpinan negara, struktur seputar tata pemerintahan atau organisasi.
Bisa jadi kekuasaan merambah dalam ranah sisi-sisi kehidupan lain … ah

Bagi rakyat-rakyat kecil dan mungkin sebagian besar manusia … dambaan hidup adalah ketentraman.

Di manakah kita berada?
Dalam himpitan kekuasaan, dalam lingkup kekuasaan, merencanakan mengambil alih kekuasaan, bagian sayap-sayap kekuasaan … atau ?
Jawaban ada dalam nurani masing-masing.

Lho koq serius ….
omong-omong di dunia Blog ada ngga dorongan ingin berkuasa …. *becanda*

Comments (14)

Kabar gembira bagi “koruptor miskin”

Berita Kaltim Post hari Kamis, 28 Desember 2006, ibarat kado akhir tahun bagi koruptor “miskin”. Menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung, yang dimaksud koruptor miskin adalah koruptor yang kemplangannya “hanya” puluhan juta rupiah. Golongan ini “tidak perlu” mengembalikan uang jarahannya kepada negara.

Suiiit … suuuiiit … *goyang kaki sambil bersiul*

Masih menurut beliau, kategori “koruptor miskin” mayoritas ada di daerah.
….. dan seterusnya …. Baca entri selengkapnya »

Comments (15)

Nunggu eBook bananaTALK

Beberapa hari yang lalu, 24 Desember 2006, muncul postingan berjudul on eBook Project oleh mbak Lita . Intinya, keinginan beliau membuat eBook tentang bananaTalk. eBook nantinya dikemas dalam format pdf, dan yang penting untuk dicatat …. GRATIS. *kalo gak salah lho*. Ide tersebut, dimunculkan dalam bentuk posting pendek sekaligus menjaring pendapat para rekan-rekan blogger sebagai masukan melalui form komentar. Itulah yang tersurat .Sampai 27 Desember 2006 jam 01.26 wita, tercatat 13 komentar (pendapat) masuk menanggapi ide diatas, dan jadi 19 saat posting ini nongol. … selanjutnya… Baca entri selengkapnya »

Comments (9)

Makna sebuah ” Amplop “

Amplop sudah dikenal sejak dahulu kala, hampir semua orang mengenalnya (kecuali anak kecil, balita). Kertas lipat dengan berbagai ukuran tersebut mengandung “makna” beragam, tergantung kepentingan dan siapa yang mengatakannya.

Bagi kalangan ABG (muda mudi), mungkin sebatas surat-suratan atau undangan Ultah.
Walau sudah ada sms, kenyataannya amplop bergambar warna warni masih banyak dipakai.

Kepentingan paling umum diantaranya:

  • Surat menyurat (perkantoran negeri, swasta, usaha, organisasi, dan lain-lain)
  • Wadah uang untuk gaji, honor, insentif, reward, sumbangan, …. dll … serta “ucapan terimakasih

Dalam perkembangannya, ternyata si amplop tersebut dapat mengandung arti yang lebih luas lagi.

Mungkin kita pernah mendengar seseorang berkata:
” Saya tidak butuh amplop, kalau dapat amplop … tentu saya buang, … yang penting kan isinya …”.

Ketika dulu saya mendengar kalimat bernada canda tersebut, yang terlintas … isinya adalah “uang”, entah uang apa pokoknya hanya terlintas “uang”.

Belakangan baru tau bahwa amplop bisa berarti hanya “istilah” belaka. Makna sesungguhnya bergantung kepada situasi dan kondisi. Ohhh betapa bodohnya saya.

Yang akan tertulis atas ke-naif-an saya tentang “makna” amplop ini adalah sisi-sisi gelap dari si amplop.
Oooooo alahhhhhh …
amplop itu ditinjau dari “isi” nya selain uang, ternyata bisa juga kunci mobil, kunci rumah, buku rekening sebagai “ucapan terimakasih“.

Ditinjau dari komunitas atau pelakunya … bentuk-bentuk ucapan terimakasih terkait amplop bisa berupa: “transfer” … ladalah.

Contoh ngrumpi-nya:
Misalkan seseorang dapat megaproyek(mp1) puluhan milyar dari pak bufati atau pak falikota … omong-omongan dengan temennya sesama penerima megaproyek(mp2).
mp1: ” Kang, tahun baru ini, amplopan untuk bos enaknya berapa ?”
mp2: ” Begini Cak, … beliau pesan ke rekening ibu aja di bank y atau z, jangan ke rekening beliau … , kalo aku sih tahun baru-an gini limapuluh lah, kan lebaran udah seratus, gantinya parcel …”.
mp1: ” Iyalah, aku kecilan dikit ya, kan you dapat gedean tho, belum lagi nge-sub nya”.
mp2: ” Ya deh, segitu aja ya … kan tahun depan mau pilkadal … ntar kita-kita lagi kan”.

Itulah makna amplop dari sisi-sisi lain.
ehhh jangan-jangan saya aja yang baru tau … dasar “gap-plop

Oooooooo …. oooohhhhh …

Perhatian:
Tulisan di atas adalah fiksi. Apabila ada nama, tempat dan kejadian yang sama atau mirip terkait posting “amplop”, maka hal itu hanyalah “kebetulan” belaka. Karenanya penulis tidak dapat dituntut berdasarkan hukum, … baik hukum pidana, hukum perdata, hukum rimba atau hukum lainnya. Terimaksih.
Tertanda:

© fulan pambayun 🙂

Comments (3)

Older Posts »