Dilema oleh-oleh Haji

Kelebihan bawaan (oleh-oleh) jamaah haji Indonesia setiap tahun selalu menjadi persoalan.
Ketika manasik haji, para calon jamaah haji sebenarnya sudah diingatkan tentang hal ini. Itupun masih dilanjutkan oleh para ketua kloter, ketua rombongan dan ketua regu.
Alasannya: oleh-oleh untuk kerabat, teman, tetangga dan lain-lain.
Apa saja yang sering di bawa sepulang dari tanah suci ?
Beragam.
Berikut daftar bawaan oleh-oleh:

  • Air zam-zam
  • Al-Qur’an dan buku-buku agama
  • Sajadah, sorban, kopiah putih, tasbih.
  • Akik, cincin, dan perhiasan lainnya
  • Minyak wangi (mulai yang menyengat di jalanan pasar seng sampai produk perancis)
  • Hambal (permadani), pakaian muslim, sprei dan sarung bantal berenda
  • Barang elektronik
  • Macam-macam asesoris bernuansa kaligrafis
  • Kurma, kismis dan makanan kecil lainnya
  • Kerikil (untuk melempar jumrah)
  • Rentengan panci dan peralatan dapur
  • Gambar-gambar, foto-foto.
  • Dan lain-lain, dan lain-lain

Semua jenis oleh-oleh tersebut memiliki arti tersendiri bagi pembawanya.
Persoalan bakalan timbul ketika menyangkut jumlah (volume) bawaan.
Tak heran gundukan barang bawaan mulai terlihat saat kepulangan. Bus-bus dari penginapan di maktab menuju debarkasi penuh sesak dihiasai “oleh-oleh” sampai menggunung di atas atap bus. Pun demikian setelah sampai debarkasi, jamaah rela tidur dihimpit barang bawaan.

Puncak parade barang bawaan adalah bandara King Abdul Aziz.
Makanya ada semacam guyonan, bila mencari jamaah Indonesia mudah, di mana banyak tumpukan barang bawaan, di situlah tempat jamaah Indonesia.
Walaupun disediakan kargo, mungkin jamaah haji merasa kurang afdhol bila oleh-olehnya tidak terbawa bersamaan.
Pada umumnya para jamaah “ngotot” agar semua bawaannya terangkut dalam pesawat.

Tayangan tivi beberapa hari lalu di King Abdul Aziz, menunjukkan betapa repotnya ngurusi oleh-oleh. Terlihat beberapa jamaah ngotot dengan nada tinggi agar bawaan terangkut bersamanya menuju tanah air.
Solusi menggunakan kargo menuai protes.

PR besar ini mudah-mudahan dapat diatasi pada musim haji berikutnya.
Diperlukan kebesaran hati semua pihak, terutama para jamaah bahwa keselamatan lebih utama dari oleh-oleh.
Apabila pembatasan barang bawaan tidak bisa dilakukan, mungkin alternatif lainnya adalah menyediakan pesawat kargo untuk mengangkutnya, dengan berbagai resiko yang mungkin timbul berkenaan dengan waktu, volume dan biaya.
Relakah jamaah kelebihan kuota bawaan menambah biaya ?
Bagaimana pula para jamaah yang tidak melebihi kuota ? Apakah rela dibebani tambahan tanggungan biaya pengangkutan secara kolektif ?

Para pedagang sebenarnya menangkap celah ini, yakni dengan menyediakan beberapa pertokoan khusus oleh-oleh haji di tanah air.
Para jamaah bisa membeli titipan oleh-oleh dengan membelinya di tanah air. Kerabat menyimpan di rumah dan membaginya saat jamaah haji pulang ke rumah. Toh kebanyakan barang bawaan berlabel “made in Indonesia” atau “made in china“.
Kenyataanya, jamaah yang tidak mau direpotkan dengan oleh-oleh, menempuh cara ini.
Tapi bisa saja sebagian jamaah merasa kurang afdhol.

Rupanya penilaian bahwa bangsa kita konsumtif (baca: senang belanja) sulit disangkal.
Hal ini tidak hanya terjadi saat musim haji.
Di pusat-pusat pertokoan Singapura, bila terlihat ada sekelompok orang keluar toko membawa tas belanjaan banyak, konon hampir dapat dipastikan, adalah warga indonesia.

So …. bagaimana baiknya ?
Masih ada waktu untuk perbaikan tahun mendatang dengan melibatkan sektor-sektor terkait untuk mencari solusi terbaik. Tak kalah penting, disiminasi informasi secara luas dan berkesinambungan.
Semoga …

Link terkait:

Bagasi Jamaah Masih Menjadi Kendala

25 Komentar »

  1. agorsiloku said

    Waktu di sono tuh, saya dipesankan benar oleh ustad-ustad kami, jangan bawa batu atau kerikil dari Tanah Haram ke Tanah Halal. Katanya, bla…bla…bla. Katanya pula ada jemaah yang sudah pulang merasa bla…bla… bla dan salah satunya karena faktor ini. Katanya pula, sampai jamaah itu memesan pada orang yang akan ke Tanah Haram, “please… please… bawa kembali batu ini ke Tanah Haram.”…..

  2. Amd said

    Saya kok teringat salah seorang sanak keluarga saya, yang waktu di Arab Saudi mau membeli kopiah untuk oleh-oleh, pas dilirik label dalamnya ternyata ada tulisan “Made in Martapura”… Wakakak… Kalo gitu ngapain beli oleh-olehnya jauh2 ke sana ya? Kurma dan kismis juga sudah banyak dijual di sini…

    Esensi ‘oleh-oleh’nya itu kali yang penting?

  3. fulan said

    @ agorsiloku,
    Kerikilpun jadi dilematis …
    Kalo saudara kita yang dari kawasan Asia Tengah biasanya berebut kiswah. Rela saling dorong dengan askar.
    Yang berkesan bagi jamaah haji mungkin kenyataan bahwa seberbeda apapun cara beribadah, semua menuju satu kiblat… dan gak ribut, malahan saling hormat …πŸ˜€

    @ Amd,
    Itu masih mending, ada yang sudah nyampai rumah, pas mau bagi sorban, ternyata …”Made in Martapura”. Maklum aja, wong mukimin banyak di sana, terutama saudara kita dari Banjar, Madura, Jabar, dll.
    Bisa jadi esensinya, … oleh-oleh sebagai bentuk perhatian kali. Yang dapat oleh-oleh sepertinya juga gak begitu peduli dengan asalnya, yang penting ikut senang kerabatnya kembali dengan selamat membawa cerita dinamika perjalanan hajinya.

  4. passya said

    harusnya yg ditinggal dong tau diri…..
    begitu pak haji pulang bukannya nanya “gimana kabarnya ji…?”
    yg ada malah “oleh2nya mana ji….”
    beban bagi pak haji tuh…πŸ˜€

  5. juliach said

    Jangankan jemaah haji (sorry, yg kebanyakan mereka dari orang-orang simple, yg hanya pernah sekali itu naik pesawat terbang), orang teman-teman saya (minim lulusan S1) sering pada overweight pulang pergi.

  6. Kok pada gak nyadar tujuan ibadah yah? sebenarnya mereka yg seperti itu bener2 ibadah atau wisata? Heran saya…

  7. fulan said

    @ passya,
    Kalo blogger pergi haji enak kali ya … yang ditinggal dijamin tahu diri.
    Paling poll oleh-olehnya “komen” …πŸ˜€
    Sebetulnya kalo mau bawa oleh-oleh yang ringan gak apa, misalnya “real”.

    @ juliach,
    Kali ciri khas indonesia. Lha pejabat-pejabat yang katanya studi banding ke Batam, trus nyeberang ke Singapura, pulang bukan overweight malahan kopernya beranak pinak. Tapi ada yang gak seberapa, berangkat koper tipis, pulangnya koper jadi hamil …πŸ˜€

    @ helgeduelbek,
    Ibadah mungkin nyadar pak, … cuman menahan “sabar” untuk tidak berlebihan belanja itu lho yang sulit … hehehe.
    Lha wong agenda di luar ibadah dan ziaroh, kebanyakan ke “pasar seng”, … mborong. Mungkin lama-lama, generasi berikutnya nggak begitu lagi … atau tambah nemen.πŸ˜€

  8. jnjontor said

    btulll. emang gitu mas, air zam-zam taoun kmarin aja masi blum habis mas :))

  9. fulan said

    @ jnjontor,
    zam-zam yang dibagiin sebenarnya cukup aja ya.
    Ntar klo habis berangkat lagi ? πŸ˜€

  10. Abah Mama saya sedang di tanah suci neh, alhamdulillah dapat giliran tahun ini..
    Kemaren nelpon, nanya saya mau oleh-oleh apa.
    Saya bilang da perlu oleh-oleh, cukup “Assalamualaikum” buat Rasulullah saja, semoga bisa disampaikan…
    Ada banyak pertanyaan saya buat Rasul soalnya…

  11. fulan said

    @ manusiasuper,
    Alhamdulillah, semoga menjadi haji mabrur.
    Hik, oleh-oleh salam untuk Rasul … mudah-mudahan sampeyan juga dapat giliran, biar bisa menyampaikan langsung pertanyaannya.
    Amin …πŸ˜€

  12. Gabrielle said

    Belanja itu bukan “kesenangan”, Mas. Tapi “terapi”πŸ™‚ Jadi ya… orang yang makin suka/banyak shopping itu selain banyak uang juga perlu dikasihani karena “kurang sehat”.

    Ah. Sirik tanda tak mampu, ya?πŸ™‚

  13. fulan said

    @ Gabrielle,
    Ow, kalo “kurang sehat” obatnya apa hayo …πŸ™‚
    Btw, apa mbak Gabrielle gak seneng shopping to …

  14. Hehehe… Barang Indonesia, tapi Pajak masuk ke Tanah Suci.
    Hebat yaa, orang Indonesia.

  15. fulan said

    @ Arif Kurniawan,
    Ya itu, dibawa lagi ke Indonesia, pajak nya tetap masuk Arab via Bandara King Abdul Aziz. Hehehe
    Itulah Indonesia.

  16. Afifah Fauzan muslich said

    Bawa oleh2 haji ?? ga usah maksa apalagi sampai overweight. kalo emang hrs dibeli pesen aja sama afifah biar nanti kargoin hehehe.
    +966509735530

    • mieke said

      wah afifah..biasanya ada jamaah haji yg cargoin wktu di arab sono,jamaah balik indon..lah….barang cargonya kok gak balik2 juga sampai akhrnya tak datang jua.tuh cargo.merugikan dong ya…

  17. B Ali said

    Pertanyaan: Apakah Islam agama teroris?
    Jawaban: Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya untuk menjadi teroris.

    Tetapi, di dalam Al-Qur’an, ada banyak sekali ayat-ayat yang menggiring umat untuk melakukan hal-hal yang tidak manusiawi, seperti: kekerasan, anarki, poligami dengan 4 istri, anggapan selain muslim adalah orang kafir, dsb. Sikap-sikap tersebut tidak sesuai lagi dengan norma-norma kehidupan masyarakat modern.

    Al-Qur’an dulu diracik waktu jaman tribal, sehingga banyak ayat-ayat yang tidak bisa dimengerti lagi seperti seorang suami diperbolehkan mempunyai istri 4. Dimana mendapatkan angka 4? Kenapa tidak 10 atau 25? Terus bagaimana sakit hatinya istri yang dimadu (yang selalu lebih tua dan kurang cantik)? Banyak lagi hal-hal yang nonsense seperti ini di Al-Qur’an. Karena semua yang di Al-Qur’an dianggap sebagai kebenaran mutlak, maka orang muslim hanya menurutinya saja secara taken for granted.

    Banyak pengemuka muslim yang berusaha menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya menjadi lebih manusiawi. Tapi usaha ini sia-sia saja karena ayat-ayat Al-Qur’an itu semuanya sudah explisit sekali. Sehingga tidak bisa ditawar lagi. Jadi umat muslim terjebak.

  18. wiriajaya said

    Oleh-olehnya real aja, simpel dan enggak repot … usulnya boleh juga yah …. + air zam-zam, kali yah dan yang lainnya beli aja di tanah air .:-)
    B.Ali … udah berapakali khatam quran bang?😦

  19. yanuar said

    mo tanya neeh….
    ada yg tau brapa harga gift[oleh-oleh] haji untuk jenis :
    air zam-zam, kurma, sajadah turki, kerudung, tasbih dan semua ttg pernik2 haji. tolong kalo ada yg tau,kirim mail ke mail ku yah.
    info yang dibutuhin : nama [alamat] produsen/agen nya, harga na juga disertain
    bagi teman2 yg tau ttg info tersbt, tolong kirim ke : yanuar_therich_man@yahoo.com
    thank’s bgt sebelum na

  20. Ummu Alia said

    pengalaman saya sih mas, teman2 yang sudah membeli oleh2 haji di tanah air (sudah banyak pula) tetap saja memborong oleh2 lagi di sana.gimana nih mas…………..?

  21. taufik79 said

    udah tradisi mas

  22. indra malik said

    kami agen pemasok oleh2 haji dipasar tanah abang dan asrama haji pondok gede ingin memperkenalkan pada bapak/ibu yang butuh oleh-oleh haji seperti kacang arab,air zam-zam,kacang pistachios,kurma,gelas cucing,dll
    kami dapat membantu menyediakan nya dan dapat diantar sampai tempat.jika bapak dan ibu berminat dapat menghubungi indra di 081384464300 atau (021)99553133.dijamin murah dan bagus.

  23. Bundabifisa said

    Seru memang cerita 02 alias oleh-oleh. Sy dan klg mmg memiliki tradisi mbw 02 bila usai bepergian ke luar kota, atau ke uar pulau. Apalagi ke luar negeri… haji misalnya ….
    Sebelum berangkat ke Saudi, mekah utamanya kami berpamitan ( krn siapa tahu Allah lsg memanggil menghadapNya ) nah… kami juga didoakan oleh seluruh kerabat dan kawan agar selalu sehat,kembali dgn selamat dan menjadi haji mabrur. Sbg ungkapan trm ksh krn dah didoakan, dah dijagain anak2kita di tnh air… ya sgt pantaslah mbw 02 haji. Apalg km tlh niatkan pemberian tsb.sbg ibadah jg.
    Cuma, krn teman dan kerabat km sgt byk… gak mungkin lah mbw seluruh02 dr Mekah. Sblm brgkt km dah pesan ke Jkt atau ke Sby. bbrp hr sblm km tiba, berkoli-koli pesanan kami tiba lbh dhl…. nah… ktk tamu dtg, 02 pun siap dibrkn. Duh…. senangnya hati kami bisa memberi semua handai tolan dan kawan. Ibadah kami di sana pun tak terganggu hanya krn urusan mcr 02. Trm ksh kawan2ku yg memahmi makna ibdah haji, shg sebelum kami berangkat rk berpesan “Bunda,Fokus sj pd ibadah. Jgn fikirkan 02. Sy dibelikan di tanah abang aja …. ha-ha-ha….” Bahagianya sy saat ini…tlh kembali bersama ank2 terkasih, yg ikut sibuk memasukkan 02 ke dlm tas suvenir haji kami.02 pun sdh terdistribusi, dua hari lagi, Usai libur Muharram kami hrs kbl beraktifitas ,mengais rizki. Trm ksh ya Allah… kami tlh kau panggil mjd tamu Mu.

  24. muhammad said

    Mantap. Boleh juga belanja online di http://www.haji.web.id, pas ada diskon lho. Informasi ttg haji dan umrah di http://www.oleholehhaji.net. Bagi anda yang sudah haji, alamat email gratis 6GB ini pas namaanda@haji.web.id. Buruan daftar. Semoga bermanfaat.

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: