sang adipati jadi tersangka

Banyak orang tidak mengira, sang adipati akan menyusul atasannya, penguasa propinsi kaya ini, menjadi seorang tersangka kasus dugaan korupsi.
Kadipaten berpenduduk ga sampai 500 ribu jiwa sebagai tempat singgasana sang adipati sebenarnya tidaklah seramai Kota Kediri, Magelang, Cirebon, Bogor.
Namun dengan karunia sumber daya alam nan melimpah, membuat sang adipati nyaris bisa berbuat saja.
Rata-rata anggaran pertahunnya berkisar diatas 1 trilyun rupiah.
Sebelumnya sang adipati berjanji, memberikan dana segar 1 milyar setiap desa untuk menunjang pembangunan. Tak jelas, dipenuhi apa tidak.
Kayaknya DPRD juga ada, berkantor di gedung megah, sejajar dengan istana sang adipati.
Pernah juga ada kritik, berupa percikan peringatan yang akhirnya hilang membisu, seolah takluk dalam lingkar ikatan tali sang adipati.

Di masa awal reformasi, beliau pernah tersandung kasus penilepan dana sekitar 30 milyar, yang akhirnya di spk kan, membeku setelah uang dikembalikan. Berawal dari kejadian tersebut sebenarnya bisa ditarik benang merah. Apa mau dikata, teriakan demo berbagai komponen tak kuasa menembusnya.

Masa pemerintahannya diliputi banyak tanda tanya. Bahkan ada gurauan, sang adipati benar-benar seorang senopati mumpuni, sakti mandraguna, tak tersentuh oleh panah sang raja melalui pasukan khusus KPK sebagai bhayangkari pengemban titah raja memberantas korupsi.
Pun saat ramai-ramainya bidikan KPK ke berbagai daerah, sang adipati malah mendapatkan otonomi award, ditayangkan tivi, diiringi puja-puji para petinggi dan mantan petinggi kerajaan.
Tak pelak, di tengah puja-puji dan kebanggan sang adipati, sumpah serapah tilpon interaktif menyeruak menumpahkan cerca kekecewaan.

Seorang kepala smp negeri yang kebetulan ketemu di toko komputer, bercerita bahwa gembr-gembor sang adipati di media tak lebih hanyalah isapan jempol belaka. Komputer memang diberikan ke SMP Negeri, … pentium IV ? Ternyata bukan, terkirim pentium II dan III dari toko obral ria. Rasan-rasan lain tak berbeda.
Rupanya sang adipati sangat menyenangi politik ‘mercu suar”.
Duhhhhh….

Akhirnya, sang adipati ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan penyalah gunaan dana pembebasan lahan untuk bandar udara.
Betapa vulgarnya, pembeli tanah adalah anak dan kerabatnya, lalu tanah tersebut dibeli dengan uang rakyat melalui neraca anggaran kadipaten dengan harga berlipat.
Baru satu kasus ….

Pertanyaannya:
Mampukah pasukan khusus kerajaan bernama KPK menguak misteri penggunaan anggaran kadipaten?
Apakah bidikan tersebut merupakan pintu masuk menuju pembongkaran bongkahan kotak harta kekayaan sang adipati ?
Ataukah sebuah dagelan yang berakhir dengan hampa?
Atau, … sebuah permainan politik, mengingat Juni 2008 akan diadakan pemilihan penguasa provinsi?
Ahhh, … entahlah … bermainlah sesuka hati.

Yang pasti …..
Bersiaplah wahai para adipati dan para tumenggung lainnya di provinsi nan kaya raya ini.
Mungkin busur KPK belum mengarah kepada panjenengan, bidikan anak panah penyelewenganpun mungkin enggan meluncur.
Bertingkahlah semaunya, … berbohonglah dengan ungkapan manis sekehendaknya …
Bergembiralah ….
Namun, selalu ada balasan dari Yang Maha Mengetahui.

11 Komentar »

  1. Amd said

    Keren nih dongengnya…. Sebagai tetangga, saya salut.
    BTW, saat ini mantan adipati provinsi tetangga anda ini juga sedang jadi tersangka KPK juga nih….

  2. fulan said

    @ Amd
    Iya, baca di koran … perkembangannya gimana ?
    Makin panjang aja daftar yang tersandung kasus serupa.
    Mungkin perlu program penambahan Rutan, lengkap dengan ac, tivi dan akses internet …😀

  3. wadehel said

    Kemarin sempet ngobrol sama orang bawasda di jatiwangi. Sekarang para pejabat keparad memang harus hati-hati. Kapeka itu memang bikin resah, sebabnya karena sulit disumpel duit. Entah nanti.

    Yang penting, kita dukung KPK berantas korupsi !!!

  4. fulan said

    @ wadehel,
    Di sana Bawasda-nya punya “taring” ngga,… kan yang milih Pemda.
    Moga kapeka ga bisa disumpel duit biar ga banyak hilang tuh duit anggaran.
    Di daerah ngeri lho … kayak main-main.
    Kapan itu ngomong-omong sama kenalan marketing (salah satu bidang penyedia barang)… bilangnya melayani swasta lebih ngeri lagi, apa iya sih ?
    Btw di Jatiwangi ada acara apaan *ih usil*

  5. passya said

    bukannya uu pembentukan kpk lagi mo digugat sekelompok pengacara???
    the corruptors fight back???

  6. fulan said

    @ passya,
    Yes sir …
    Tidak lucunya, salah seorang wakil Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) yang juga praktisi hukum malah membela tersangka korupsi dan akan menggugat KPK … corruptors is back …

  7. Amd said

    @ fulan

    Sekarang masih ditahan di Jakarta, kemarin ditengokin sama petinggi-petinggi Kalsel, trus beliau mengeluh sakit, minta dirawat di rumah sakit…
    Jadi ingat mantan Gub Aceh nih…

  8. fulan said

    @ Amd,
    Lho koq mirip juga dengan sang adipati di atas. Beliau sedang di RS Swasta Jakarta, pasca operasi. Ga jelas operasi apa. Yang jelas bukan khitan …
    Setahun lalu 3 orang pimpinan dprd provinsi dah masuk hotel prodeo …

  9. MaIDeN said

    Balasan dari Tuhan itu ntar kalo dia dah mati. Rakyat perlu balasan SEGERA. Dipancung keq, dihukum gantung, di tembak kepalanya, di babat habis seluaruh keluarganya, dipotong lehernya, disita semua kekayaannya dst …

    Dulu tak pikir, hebat nih sampai ngasih spp gratis segala. Pasti adipatinya lurus-lurus orangnya.

    Rupanya hehehe …
    Korupsi sedikit dari PAD yang besar …

    Bunuh saja adipati ini …

  10. fulan said

    @ MaIDeN,
    Baca paragraf awal sama akhir, saya jadi merinding …
    Sayapun dulu mikir positif, … malah ada yang pengobatan gratis segala, eh ngga taunya …
    DAU+DAK+PAD = … hehehe😀

  11. kok pejabat daerah ya yg dikejar-kejar…. gimana tuh BLBI?

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: