Lagi-lagi … penipuan lagi

Jum’at, 5 Januari 2007 sebelum tengah hari, tilpon rumah berdering.

Penelepon:” Selamat siang, maaf … apa benar bapak bernama …., dengan nomor tilpon ….?
Saya:” benar …”
Penelepon:” Selamat pak, kami perlu konfirmasi karena bapak telah beruntung terpilih secara acak mendapatkan hadiah berupa *….* bersama 300 pelanggan lain yang beruntung“, suara lugas, runtut bersenandung di seberang sana.

Lagu lama, batin saya…
si penelepon melanjutkan:
Halo pak …, perlu diketahui, hadiah ini tanpa syarat apapun … tolong siapkan ballpoint, bapak “, sejenak kemudian,
Alamat kantor kami CV …., jalan …. sudah pak …. oke, bapak bisa datang ke kantor untuk mengambil hadiah tanpa syarat apapun, mulai saat ini sampai jam 7 malam … langsung temui saya atas nama ibu …. terimakasih pak, selamat siang“, suara nerocos tadi akhirnya hilang juga setelah sengaja saya dengarkan dengan hanya menjawab … iya …. iya….

Oalah,koq ya masih ada model-model modus kayak jaman “hadiah” di hp dulu.
Modus sejenis sebelumnya adalah “pura-pura” memberi sumbangan sekian puluh juta, biasanya juga hari Jum’at (maklum, sabtu Bank tutup), lalu dimintai nomor rekening atau ATM. Sasaran pada umumnya instansi pemerintah dan ormas.
Model yang ini mampu memakan korban. Seorang teman ludes ATM nya gara-gara terpesona dengan gaya menawan tilpon nun di antah berantah.

Modus sebelumnya lagi adalah dering tilpon yang mengabarkan salah satu anggota keluarga di lain kota tiba-tiba sakit dan perlu dana segar melalui transfer uang di atas 5 jutaan.
Inipun pernah makan korban. Seorang istri pejabat membiarkan uang 10 juta melayang hanya dalam rentang waktu beberapa jam, gara-gara “kaget” saat ada tilpon mengabarkan bahwa anaknya yang kuliah di seberang pulau mendadak di UGD rumah sakit.
Setelah transfer usai, baru nyadar untuk menghubungi anaknya pakai hp. Dan betapa terperanjatnya si ibu tatkala mendapati suara anaknya sumringah mengabarkan sedang makan bakso bersama teman-temannya.
Marah, nyesel, senang bercampur aduk mengharu biru perasaan sang ibu … ahhhh.

Modus lain, seperti peralatan listrik, pelengkap tabung gas, asesori tilpon dan kelengkapan rumah tangga lainnya, sudah sangat umum dan mudah ditebak walau kadang masih juga korban-korban penipuan berjatuhan …..
Rasanya, modus penipuan bakal makin beragam, makin canggih.

Apakah ada yang pernah mendengar modus penipuan lain ?
Bila anda punya koleksi modus-modus penipuan yang beredar sekarang atau prediksi yang bakalan dipakai di kemudian hari, mohon kabarkan … sertakan pula tip untuk mencegahnya …
🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: