Kebenaran, dimana gerangan?

RENUNGAN DARI SUDUT YANG LAIN…

Apa sih kebenaran itu?
Ke mana mencarinya?
Untuk apa?
Bagaimana membedakan benar dan tidak benar?
Adakah ukurannya?
Siapa yang berhak menilai?
Apakah semua orang boleh menilai?
Apakah semua orang boleh berpendapat?

Dalam kehidupan sehari-hari
Dalam komunitas yang saling berkomunikasi
Tak jarang terjadi kontroversi
Kala berebut sebuah kata “KEBENARAN”

dalam momen tertentu, pada kalangan tertentu
adakalanya “kebenaran” merupakan sesuatu yang “nisbi”
dan kenisbiannya semacam konsensus yang “disadari”
dan nilainya ditentukan dengan hitungan angka *voting*

Ketika kebenaran menjadi bagian sesuatu yang harus “dibicarakan”
Maka yang muncul adalah perbedaan …..

Perbedaan cara pandang
Perbedaan penafsiran
Perbedaan mengungkapkan
Perbedaan kepentingan dan perbedaan-perbedaan lainnya

Dan ketika perbedaan tak bisa disatukan
Haruskan terjadi pertikaian?
Haruskah terjadi umpatan?
Haruskan saling sesat meyesatkan?

Tak jarang pula terjadi otot-ototan
Tutur kata jadi tak beraturan
Antar kalimat jadi tak berhubungan * seperti postingan ini*
Jaringan otakpun tak lagi terkendalikan

Di saat hati panas tak terperikan, nasehatpun menuai kecaman
Beribu argumen bermuncratan
Perasaan terbenar menyelimuti ketika si “lawan” tak lagi berbalas ungkapan
Tak terasa, perasaan paling benar bagai sorak kemenangan

Tak bisakah perbedaan menjadi kekuatan?
Tak bisakah perbedaan mempererat persaudaraan?
Tak bisakah perbedaan memperteguh tali kerukunan?
Tak bisakah perbedaan berakhir dengan rasa hormat dan bermaafan?

Atau … atau … menunggu SEKARAT datang menjelang

Rasanya tidak, … sebenarnya kita sudah terbiasa dengan perbedaan. Coba lihat di pasar, tawar menawar, pindah langganan, milih belanjaan … bukankah contoh kecil beragam perbedaan?

……………………….*****……………………….
Itu kan di pasar!!!
Ini menyangkut keyakinan !!!
Ini demi keadilan !!!
Hei jangan nyebut-nyebut pasar!
Dasar lemah tak punya pendirian!
Gelombang demo datang …….

Loh koq jadi banyak yang protes ……
KAGET …… ahhhhhh renungan
renungan “keindahan perbedaan” … yang kadang ternoda …

7 Komentar »

  1. passya said

    kebenaran itu saudara kembar kesalahan, cuma beda sudut pandang aja

  2. fulan said

    @ passya,
    Betul juga ya, hehehe
    Jangan-jangan maksudnya sudut pandang, termasuk sudut-sudut lainnya…πŸ™‚

  3. budhe said

    pokoknya yang seragam itu bener. Yang ngga seragam itu salah. Makanya jangan berani-berani ngga seragam, apalagi kalo hari senin, waktunya upacara.

  4. Kebenaran bisa juga hasil kesepakatan bersama (baik secara langsung maupun tidak) dalam satu komunitas tentang suatu hal. Siapa saja yang tidak sesuai lagi dengan hasil kesepakatan itu dikatakan melanggar hasil kesepakatan (tidak benar). Jadi tidak benar belum tentu salah.
    Waaa jadi bingung…. :-/

  5. fulan said

    @ budhe,
    duhhh … saya ngga pernah seragam lho, apalagi pakai dasi … sumuk.
    Terimakasih telah berkunjung.πŸ™‚

    @ helgeduelbek,
    Kebenaran bisa juga hasil kesepakatan bersama (baik secara langsung maupun tidak) dalam satu komunitas tentang suatu hal
    Apalagi kalo menyangkut kepentingan …
    ikut bingung, pakπŸ™‚

  6. Biho said

    kebenaran absolut hanya milik sang Pencipta…

  7. fulan said

    @ biho,
    Setuju Om, tapi ada juga tuh yang merasa paling benar …πŸ˜€

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: