Mengharap kesungguhan Wakil Rakyat

suara hati seorang rakyat yang tak berarti, sangat subyektif, egois dan tak layak dibaca.

Di bulan-bulan begini konon Para Wakil Rakyat sedang sibuk menyusun draft Rencana Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah untuk tahun anggaran 2007 di masing-masing pemerintah daerah tingkat I maupun tingkat II.
Desentralisasi memberi peluang besar pemerintah daerah tingkat II untuk mengadakan akselerasi pembangunan di daerahnya. Serempak ataupun bertahap.
Itu idealnya, … dan mestinya bisa dilakukan.

episode impian saya: …

Sebagai seorang warga, saya bermimpi mengharapkan 1(satu) hal kepada para wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) dimana saya bertempat tinggal, yakni hanya “kesungguhan”.

  • Satu, kesungguhan sounding, menyerap aspirasi untuk kepentingan layanan publik di daerah pemilihannya (dapil lagi)
  • Dua, kesungguhan menginventarisir infrastruktur agar terjadi perbaikan semua sektor yang ada di daerahnya ke arah peningkatan ekonomi dan akses-akses lainnya.
  • Tiga, kesungguhan menyusun rancangan pembangunan jangka pendek dan jangka menengah di daerahnya berdasarkan skala prioritas dengan memanfaatkan data riil dan peta tematik yang up to date.
  • Empat, kesungguhan memadukan kompilasi aspirasi warga dengan draft Rapat Kerja tingat Kecamatan.
  • Lima, kesungguhan memperjuangkan hasil penyelarasan (paduan no 4) drsft rencana pembangunan di daerahnya kepada fraksi, komisi dan Panitia Anggaran legislatif.
  • Enam, kesungguhan memberikan feedback kepada warga di daerahnya tentang rancangan yang disetujui maupun yang tidak disetujui setelah pengesahan RAPBD menjadi APBD.
  • Tujuh, kesungguhan memonitor dan evaluasi pelaksanaan APBD di daerahnya.
  • Delapan, … semua tulisan di atas adalah impian …

Mengingat masih enak-enaknya tidur, maka dengan ini impian dilanjutkan …

  • Sembilan, … harapan dan impian diatas menerawang menembus dinding-dinding gedung wakil rakyat ….

Dalam mimpi, … ada pertemuan antara Panitia Anggaran Legislatif dan Panitia Anggaran Eksekutif … proses rapat … berlanjut,lalu diakhiri dengan penyerahan draft Neraca Keuangan Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah dari Panitia Anggaran Eksekutif yang diketuai sekretaris daerah kepada Ketua Panitia Anggaran Legislatif yakni… oh tak jelas, karena dalam mimpi beliau terhalang kelambu …

  • Sepuluh, … terbangun …. ngusap-ngusap mata, … koq dalam mimpi Panitia Anggaran Legislatif menerima buku amat sangat tebal dari Sekretaris Daerah?

Ucek-ucek mata lagi …. loh, berarti episode impian nomor satu sampai nomor tujuh adalah mimpi palsu … ?
Katanya jemput bola sesuai janji kampanye, koq malah hanya jemput buku yang udah jadi untuk dipelajari?

Ataukah yang terjadi adalah episode impian nomor sembilan saja?
Itukah yang terjadi sesunggguhnya ?

Bila iya, maka:
Episode selanjutnya:
Mulai pandangan umum, tanggapan atas pandangan umum, jawaban atas tanggapan pandangan umum, pandangan akhir fraksi-fraksi sampai pengesahan RAPBD menjadi APBD.

Tak lebih sebuah adegan ritual berisi titipan, kaplingan dan sejenisnya
Ah, moga aja impian saya salah … saya yakin impian salah …
Tapi keraguan muncul, … gimana bila ritualnya memang seperti itu?

Apalah arti suara rakyat kecil ketika para wakil rakyat menginjak wilayah lingkaran rahasia bernama “rapat anggaran”?

Ya udah, nunggu siklus berulang … sampai kapan?
Rasanya tak ada yang sanggup menjawabnya, kecuali dengan “kesungguhan”.

Apakah ini sebuah kritikan konstruktif ?
Ataukah memuaskan dorongan hasrat hewani saya berkedok mimpi dan rakyat kecil?
Sejujurnya …. sayapun tak bisa membedakannya

Merdeka yang terhormat para wakilku …

17 Komentar »

  1. oon said

    sante ae yun! sampeyan wis cuocok milih wakil rakyat…wakil rakyat kita kan sudah dengan senang hati mewakili rakyat banyak dalam hal kesenangan duniawi…jadi karena rakyat sudah diwakili melampiaskan kesenangan dunianya, tinggal santai aja dalam menderita xixixixi….

  2. biho said

    wakil rakyat seharusnya merakyat…
    jangan selingkuh kaya YZ…

  3. fulan said

    @ oon,
    yo wis santae ae … lha nanti kalo pemilu milih apa … golput?
    ihhh, bisa-bisa dihujat.
    Milih sampeyan aja ah …hehehe

    @ biho,
    Om, biasanya menjelang pemilu, merakyat koq.
    Masa sih ada yang selingkuh … gosip kali… hehehe
    Gimana di sangatta nih, moga betah ya …

  4. MaIDeN said

    IMO, mimpi aja …

    Awalnya dari PEMILU
    Masak GOLKAR bisa banyak yang milih ?
    Padahal belangnya udah keliatan …

    Yah … rasakanlah ::puas:: hehehe

  5. fulan said

    @ MaIDeN,
    Thanks kunjungannya.
    Padahal nggak pernah milih yang keliatan belang-belang lho …
    Untung cuman “mimpi” …
    Iya deh … akan saya rasakan sampai puasss :: hehehe🙂

  6. wadehel said

    Wakil Rakyat: “Jadiiii…. mau tuntut transparansi… gitu? Becanda kamu!!!”

  7. fulan said

    @ Mas de Hel,
    eit maap keliru.

    @ Yth Bpk Wakil Rakyat,
    … anu pak wakil rakyat, iya iya becanda koq … eh mimpi gitu, saya ngga nuntut transparansi pak, … bilangnya tivi bapak sudah sangat “transparansi” pak, sungguh … “

  8. azfaazfa said

    jadi kita tuh cuman bisa mimpi yahh???…
    jangan mau kalo cuman bisa mimpi….
    kita bisa bekerja, berusaha, dimulai diri kita menjadi orang baik…
    walah ceramah…..
    :))

  9. telmark said

    Berapa ya dana pembangunan setiap daerah disetiap tahunnya ? apa kurang terus, sehingga untuk membangun WC umum [Toilet] yang gratis aja ‘gak mampu… padahal setiap kampanye saya selalu menjadi Front terdepan yang bertereak2 lantang : Hidup Partai Mimpi….. [ pemilu depan saya akan menyolok partai mimpi, juga dalam mimpi ]

  10. fulan said

    @ azfaazfa,
    Woowww, rupanya saya dapat kehormatan dari Kuwait,
    trims taushiyahnya, … kita usahakan pak. Salam untuk keluarga dan semoga sukses.🙂

    @ telmark,
    wah yang itu kita memang menganut “harus habis” jadi ngga pernah cukup dan ngga ada resource. Untuk nominal belum dapat bocoran, tapi ada kabupaten yang lebih 1 trilyun pertahun, selebihnya di atas 300 M (sok tau).
    hehehe Mas Telmark kelamaan di negeri sakura sih … Met kembali ke tanah air.

  11. passya said

    soal apa sih??? :bingung:
    sampeyan sih pake tag gini2an:

    suara hati seorang rakyat yang tak berarti, sangat subyektif, egois dan tak layak dibaca.

    ya aku manut…😀

  12. fulan said

    @ passya,
    yang ngajari tag begituan, para senior … hehehe *ngumpet ah*
    Iku ngono soal ngimpi …
    Jangan manut mimpi, mengko mundhak ngelindur …🙂

  13. Mbah keman said

    Sendiko dawuh raden fulan

    Wakil rakyat.. yang mana nih..saya belum pernah milih wakil rakyat…tapi saya milih gambar partai yang munculnya pas ada pemilu??!! habis pemilu gak tau tiba2 banyak hewan-hewan bermunculan di gedung DPR..nah yang DPR nya malah gak ada?? apa ya tau kewan itu aspirasi kita yang namanya kewan itu taunya kan Makan,Minum, Sex, tidur, berkelahi..he he

  14. mrtajib said

    Baca dulu tulisan pembukanya:

    suara hati seorang rakyat yang tak berarti, sangat subyektif, egois dan tak layak dibaca.

    Sebenarnya saya gak mau baca, karena tulisannya………tidak berarti, sangat subjektif dan tak layak dibaca….apalagi give comment……. ha ha ha ha ha ha ha……lah nggo opo? Iyo to?

    Itu pertama,

    Yang kedua,

    Opo ono to wakil rakyat yang baca tulisan ini?
    Gak usah berharap, wakil rakyat kan sibuk, rapat ini, rapat itu, rapat sana, rapat sini…
    ra ono wektu kanggo mbaca blog……ra percoyo?

    Saya mencoba cari tuh wakil rakyat kita yang ngeblog……tapi gak ketemu, apa saya yang gak bisa cari ya? Nanti kalau ada wakil rakyat dfi daerah yang ngeblog kita ulisa macam-macam….OK?

    Maaf saya gak beri comment, karena, sekali lagi ingat pembu tulisannya: tidak berarti, sangat subjektif dan tak layak dibaca……………….. hua ha ha ha ha

  15. fulan said

    @ Mbah keman,
    ngapunten mbah, tadi malam koneksi tersendat.
    …. Makan,Minum, Sex, tidur, berkelahi …. Apa iya tho Mbah
    Tapi ada yang baik kan mbah, namanya aja komunitas … masa sih begitu semua. Lha kalo gitu nanti nyoblos gambar apa dong?
    Hehehe … *provokasi terselubung*🙂

    @ mrtajib,
    Lho massss, mungkin ada cuman kita belum tau, buktinya ada beberapa daerah tiap wakil rakyat dapat laptop canggih lho … berarti internetan tho, untuk menyerap aspirasi …
    *****yg ini secret*****

    tahun lalu koran lokal wawancara dengan wakil rakyat …. hasilnya: rata-rata ngga punya email, ada yang punya tapi kadang buka kadang engga …

    Hahahaha … aspirasi🙂

  16. Amd said

    Wakil Rakyat?
    Hari gini?
    Sungguh-sungguh?
    Cuapek dueh!

    Yang ada, di tempat saya DPRD-nya ngotot minta Pemko supaya panitia anggaran yang bikin Kebijakan Umum Anggaran bisa menggarapnya tanpa henti setiap hari, supaya “Tunjangan Komunikasi Intensif” mereka dapat segera ngocor!

    Giliran perda mengatur miras, bertahun-tahun ndak selesai!

  17. fulan said

    @ Amd,
    Wah, sama dong … jangan-jangan di tempat lain idem juga
    Koq ngga makai staf ahli ya … bilangnya sih “akan” begitu
    Perda tertunda-tunda, “studi banding-studi bandingan” lancar🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: