Makna sebuah ” Amplop “

Amplop sudah dikenal sejak dahulu kala, hampir semua orang mengenalnya (kecuali anak kecil, balita). Kertas lipat dengan berbagai ukuran tersebut mengandung “makna” beragam, tergantung kepentingan dan siapa yang mengatakannya.

Bagi kalangan ABG (muda mudi), mungkin sebatas surat-suratan atau undangan Ultah.
Walau sudah ada sms, kenyataannya amplop bergambar warna warni masih banyak dipakai.

Kepentingan paling umum diantaranya:

  • Surat menyurat (perkantoran negeri, swasta, usaha, organisasi, dan lain-lain)
  • Wadah uang untuk gaji, honor, insentif, reward, sumbangan, …. dll … serta “ucapan terimakasih

Dalam perkembangannya, ternyata si amplop tersebut dapat mengandung arti yang lebih luas lagi.

Mungkin kita pernah mendengar seseorang berkata:
” Saya tidak butuh amplop, kalau dapat amplop … tentu saya buang, … yang penting kan isinya …”.

Ketika dulu saya mendengar kalimat bernada canda tersebut, yang terlintas … isinya adalah “uang”, entah uang apa pokoknya hanya terlintas “uang”.

Belakangan baru tau bahwa amplop bisa berarti hanya “istilah” belaka. Makna sesungguhnya bergantung kepada situasi dan kondisi. Ohhh betapa bodohnya saya.

Yang akan tertulis atas ke-naif-an saya tentang “makna” amplop ini adalah sisi-sisi gelap dari si amplop.
Oooooo alahhhhhh …
amplop itu ditinjau dari “isi” nya selain uang, ternyata bisa juga kunci mobil, kunci rumah, buku rekening sebagai “ucapan terimakasih“.

Ditinjau dari komunitas atau pelakunya … bentuk-bentuk ucapan terimakasih terkait amplop bisa berupa: “transfer” … ladalah.

Contoh ngrumpi-nya:
Misalkan seseorang dapat megaproyek(mp1) puluhan milyar dari pak bufati atau pak falikota … omong-omongan dengan temennya sesama penerima megaproyek(mp2).
mp1: ” Kang, tahun baru ini, amplopan untuk bos enaknya berapa ?”
mp2: ” Begini Cak, … beliau pesan ke rekening ibu aja di bank y atau z, jangan ke rekening beliau … , kalo aku sih tahun baru-an gini limapuluh lah, kan lebaran udah seratus, gantinya parcel …”.
mp1: ” Iyalah, aku kecilan dikit ya, kan you dapat gedean tho, belum lagi nge-sub nya”.
mp2: ” Ya deh, segitu aja ya … kan tahun depan mau pilkadal … ntar kita-kita lagi kan”.

Itulah makna amplop dari sisi-sisi lain.
ehhh jangan-jangan saya aja yang baru tau … dasar “gap-plop

Oooooooo …. oooohhhhh …

Perhatian:
Tulisan di atas adalah fiksi. Apabila ada nama, tempat dan kejadian yang sama atau mirip terkait posting “amplop”, maka hal itu hanyalah “kebetulan” belaka. Karenanya penulis tidak dapat dituntut berdasarkan hukum, … baik hukum pidana, hukum perdata, hukum rimba atau hukum lainnya. Terimaksih.
Tertanda:

© fulan pambayun🙂

3 Komentar »

  1. fsckedp said

    udah gak mode ya kasih amplop isi cek (kosong) ehhehe, lebih nyaman (aman) transfer langsung ke rekening yang bersangkutan. jadi inget ribut2 parsel sebelum hari raya ied kemarin😀

  2. Mbah keman said

    hemh kalau simbah lebih tertarik di kasih Angpo aja..jangan angplop terlau umum untuk di ketahui masyarakat seng raumum..

  3. fulan said

    @ fsckedp,
    Sssst … secret,
    bilangnya pakai rekening pribadi juga ngga aman, masih bisa diperiksa … iya emang terkait ribut parsel lebaran kemarin. Ada usul yang lebih aman? …🙂

    @ Mbah Keman,
    Rasanya usulan simbah patut diikuti para konter-aktor.
    Saya baca ra-umum jadi kepingkel Mbah ,…. ingat tadi malam, lihat orang rapat, saat seseorang ditunjuk jadi Sekretaris Umum dia menolak dengan mengatakan: saya tidak mampu jadi sekretaris umum kalo sekretaris tidak umum bisa ….🙂

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: