Obrolan (poligami) di kampung

Media sangat menolong memberikan informasi sampai pelosok negeri, termasuk kampung-kampung, syaratnya hanya listrik dan tv. Tak ada listrikpun masih bisa pakai generator.
Tak heran, wabah pembahasan poligami ramai juga di bicarakan di warung, pasar, atau dimanapun orang berkumpul … hebat … sayang ngga di liput ya.
Di kampung tak kalah seru dengan di koran dan tv, bedanya ngga ada demo dan ngga ada liputan, dan satu lagi …. debat di kampung ngga pakai emosi apalagi marah … lebih “cerdas” gitu lho, dibanding yang katanya ahli, tapi dikit-dikit mencela yang ngga sepaham dengan ungkapan-ungkapan yang tak patut ditiru.

Jum’at, 22 Desember 12006 jam 14.00 waktu setempat, terjadi obrolan di bangku halaman sebuah rumah.

Bpk A: “poligami koq ngga ada habisnya …. sampai dibelain “gegeran” segala, tapi asyik mendengarkan orang-orang atas ngomong”.
Bpk B: “sampeyan gimana … ?”.
Bpk A: “kawin lagi ? … pingin dong, … tapi apa ya bisa adil …”
Bpk B: “kan cuman nggilir tho, 3 hari yang yang lama, 3 hari yang baru, 1 hari servis (rupanya bpk B menirukan banyolan srimulat)… uenak tenan”.
Bpk A: “ngawur aja, lha kalo ditanya enak mana hayo, mana mau dibilang sama aja … nanti ke yang satu ngomong, enak sampeyan dik, begitu ke yang lain juga ngomong enak sampeyan … kalo ketahuan bisa-bisa gak sarapan…”.
Semua tertawa ha ha ha
Tanpa diminta bpk C ngomong.
Bpk C: “… kalo saya istri sih, rasanya paling-paling bilang terserah … “.
Semua menimpali:” … ah yang benar …”.
Bpk C: “iya dong …”.
Bpk D: “kalo gitu nanti tak tanyakan mbakyu ya …”.
Bpk C: “heh, jangan … ngawur aja …”.
Bpk D: “tadi bilangnya terserah”.
Bpk C: “jangan lho dik, ini kan guyon, … kamu tau gitu lho, mbakyumu kaya gitu, nanti kalo mag-nya kambuh bisa opname lagi … jangan!”.
Bpk A: “tapi ada yang demo mau dimadu lho, bilangya ikhlas …”.
Bpk D: “alahhhh ngomongnya aja, … paling kalo dimadu betulan …minggat …”.
Bpk B: “… anak-anaknya gimana ya, … kalo pas main layangan trus diolok-olok temennya, … kira-kira kalo gak nangis ya berkelahi, wong namanya anak-anak”.
Bpk D: “… kita lihat aja nanti berita selanjutnya, kan orang besar itu sering masuk tv …nunggu gegerannya, atau rebutan warisan … “.

Semua tertawa … lalu pulang. ( sebagian teks diubah karena menggunakan bahasa daerah) Sebenarnya ada 9 orang tapi yang lain nggak berani bicara, alasannya takut dimarahi istrinya, takut dikira setuju atau kepingin kawin lagi …

Di tempat kami, pernah ada kepala KUA setiap ceramah diselingi poligami, bahwa itu dari Qur’an, bahwa itu sudah “dapuknya” laki-laki dan “dapuknya” wanita. Apa yang terjadi? Ibu-ibu jemaah pulang satu persatu dengan macam-macam alasan dan akhirnya si Kepala KUA yang mungkin kebelet poligami itu tidak pernah sekalipun diundang ceramah lagi.
Menurut rasan-rasan ibu-ibu, yang bersangkutan malah sering gegeran dengan istrinya … Naaahhhhh.
Namanya juga ibu-ibu di kampung, rasan-rasan yang sering dikeluarkan:” ooo bapak yang kepingin kawin lagi itu ya …”.
Padahal belum poligami.
🙂

2 Komentar »

  1. Mbah keman said

    walaupun terlambat berkujung salam kenal… ya mas pembayuunn… poligami istilah Brat istilah jawane wayooooh… ya ..gak baiklah intinya poligai itu dizaman sekarang.. mungkin di zaman 3000 tahun lagi baik

  2. fulan said

    @ Mbah Keman,
    Sebetulnya saya sudah beberapa kali sowan ketempat simbah, mempelajari tulisan dan komen yang ada di situ, … inggih salam kenal.
    Poligami=wayoooh, … hmmmm saya punya 2 anak, tidak lihat sehari sudah mbingungi … apalagi tidak melihat “anak mertua” … setuju dan manut simbah aja … amrih slamet

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: