<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fulan Pambayun</title>
	<atom:link href="http://pambayun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pambayun.wordpress.com</link>
	<description>catatan pribadi: belajar dinamika kehidupan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 Apr 2011 05:25:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pambayun.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fulan Pambayun</title>
		<link>http://pambayun.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pambayun.wordpress.com/osd.xml" title="Fulan Pambayun" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pambayun.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>P e r m i s i</title>
		<link>http://pambayun.wordpress.com/2007/02/05/p-e-r-m-i-s-i/</link>
		<comments>http://pambayun.wordpress.com/2007/02/05/p-e-r-m-i-s-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Feb 2007 21:36:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pambayun.wordpress.com/2007/02/05/p-e-r-m-i-s-i/</guid>
		<description><![CDATA[Mau ngotot ngeblog ternyata nggak bisa. Praktis sejak Selasa, 30 Januari minggu lalu harus mengerjakan sesuatu yang tidak bisa untuk nyambi. Sekitar 12 jam ditambah 4 jam sehari konsentrasi, istirahat hanya untuk kewajiban lahiriah dan batiniah. *halah, gini koq diceritakan* Sisa waktu kepotong perjalanan, persiapan esok harinya dan tidur agar fresh kembali. Rutinitas ini sebenarnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=46&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mau ngotot ngeblog ternyata nggak bisa.<br />
Praktis sejak Selasa, 30 Januari minggu lalu harus mengerjakan sesuatu yang tidak bisa untuk nyambi. Sekitar 12 jam ditambah 4 jam sehari konsentrasi, istirahat hanya untuk kewajiban lahiriah dan batiniah. *halah, gini koq diceritakan*<br />
Sisa waktu kepotong perjalanan, persiapan esok harinya dan tidur agar fresh kembali. Rutinitas ini sebenarnya hal biasa, nikmat. Namun ada kegembiraan lain yang terkorbankan, <strong>nge-blog</strong>.<br />
Tadinya masih optimis bisa meluangkan waktu, masih yakin bisa berbagi antara ngeblog dan kewajiban, toh sama-sama di depan laptop.<br />
Wuah, ternyata nggak bisa.<br />
Prolog ini sebagai awal ungkapan: <strong>PERMISI</strong>.</p>
<p>Hari ini sempat nulis sebentar, duuhhh senangnya.<br />
Karena suatu hal, saya mohon maaf kepada para guru blog, para senior, teman-teman blogger, sampai seminggu ke depan tidak bisa berpartisipasi meramaikan komunitas <a href="http://id.wordpress.com/" title="Wordpress Indonesia" target="_blank"><strong>wordpress</strong></a> tercinta.<br />
Wah sudah pagi, siap-siap berangkat.<br />
Sampai minggu depan. Insya Allah.</p>
<p>Selamat nge-Blog semuanya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pambayun.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pambayun.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pambayun.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pambayun.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pambayun.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pambayun.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pambayun.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pambayun.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pambayun.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pambayun.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pambayun.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pambayun.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pambayun.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pambayun.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pambayun.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pambayun.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=46&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pambayun.wordpress.com/2007/02/05/p-e-r-m-i-s-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de2a4b0f49a6084b81e6279e4d9f6ca5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pambayun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menggaruk bukit demi duit (1)</title>
		<link>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/26/menggaruk-bukit-demi-duit-1/</link>
		<comments>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/26/menggaruk-bukit-demi-duit-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 08:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Obrolan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pambayun.wordpress.com/2007/01/26/menggaruk-bukit-demi-duit-1/</guid>
		<description><![CDATA[Posting ini akan dibuat secara serial, mengingat ada beberapa jalur area penambangan batu bara. Dua area adalah jalur yang sudah sangat saya kenal, sedangkan jalur lain saya dapatkan informasinya dari orang-orang yang pernah menggeluti usaha ini. Seri 1: Batu bara jalur Sanga-Sanga ke Pendingin Selayang Pandang. Sanga-Sanga adalah Kecamatan tua peninggalan Belanda terletak di bagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=45&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="2">Posting ini akan dibuat secara <strong>serial</strong>, mengingat ada beberapa jalur area penambangan batu bara. Dua area adalah jalur yang sudah sangat saya kenal, sedangkan jalur lain saya dapatkan informasinya dari orang-orang yang pernah menggeluti usaha ini.</font></p>
<p><font size="2">Seri 1: <strong>Batu bara jalur Sanga-Sanga ke Pendingin</strong></font></p>
<p><font size="2"><strong>Selayang Pandang.</strong></font></p>
<p><font size="2"><strong><a href="http://www.kutaikartanegara.go.id/baru/inside-one.php?menuju=subhal&amp;sublink=kec_sangasanga&amp;bahasa=indonesia&amp;mn=elFour" target="_blank" title="Sekilas Data Sanga-Sanga">Sanga-Sanga</a></strong> adalah Kecamatan tua peninggalan Belanda terletak di bagian selatan Kabupaten Kutai Kertanegara nan kaya raya. Kecamatan ini terkenal dengan produk minyak yang kini sudah tinggal sisa-sisa. Sebagian alat penghisapnya hanya montak-mantuk menyisakan kenangan bahwa di tempat itu pernah mengalami masa keemasan.</font><span id="more-45"></span></p>
<p><font size="2">Jalur-jalur menuju pantai ternyata menyimpan batu bara di perut bukit-bukit hijau. Demikian pula jalur menuju Dondang, sebuah kecamatan di perbatasan wilayah Kutai Kertanegara dan Balikpapan di tepian muara selat Sulawesi.<br />
Bayangkankan saja, bingung ?<br />
Maaf peta tidak saya sertakan saking besarnya ukuran file.</font></p>
<p><font size="2">Oya bukit-bukit itu bukan hanya puluhan tetapi ratusan dengan berbagai ukuran. Itupun yang terlihat dari jalan.</font></p>
<p><font size="2"><strong>Satu keterangan lagi.</strong><br />
Bila suatu area dibuat jalan (tanah) oleh Dinas PU, maka disepanjang jalan tersebut berjajar patok-patok memanjang ke dalam seluas sekitar 5 hektar tiap patoknya.<br />
Milik siapa ?<br />
Yang begini gak usah tanya ah.<br />
Tetapi supaya gak penasaran, perlu saya beritahu, patok-patok (maksud saya tanah dalam area patok) tersebut adalah milik orang-orang (oknum-oknum) yang memerintah (kata kerja). *kata bendanya silahkan sebutkan sendiri*</font></p>
<p><font size="2"><strong>Jalur Sanga-Sanga ke arah Pendingin</strong> (nama desa di muara)<br />
Bukit-bukit hijau satu demi satu terkelupas. Sebagian diantaranya habis, rata bahkan menganga lantaran digaruk demi memenuhi hasrat manusia.<br />
Tak urung, lembah-lembah pun ikut kehilangan embun digilas belasan traktor untuk jalanan menuju bukit yang diperutnya mengandung batu bara.</font></p>
<p><font size="2">Dan untuk meratakan jalanan, bukit lain jadi korban, digali siang malam tiada henti untuk menambal jalanan lembah supaya lebih tinggi.<br />
Pemandangan di atas akan dijumpai bila kita menyusuri tepian Sungai Sanga-Sanga (cabang Sungai Mahakam) dari arah Sanga-Sanga menuju Muara (wilayah desa Pendingin).<br />
Di sebelah kanan jalan berjajar perbukitan, salah satunya memiliki mata air dingin yang disalurkan ke tepi jalan dan tidak pernah berhenti mengalir sekalipun musim kemarau.</font></p>
<p><font size="2">Ada 2 perusahaan besar di area tersebut, salah satunya milik Perancis. Perusahaan ini tergolong mewah. Para staf lapangan mendapatkan kendaraan operasional Mitsubisi. Mobil ini berjumlah puluhan. Truk superbesar, Traktor berbagai ukuran dan kegunaan entah berapa jumlahnya. Kendaraan-kendaraan tersebut hilir mudik seolah tak kenal lelah. *loh, yang tak kenal lelah orangnya apa kendaraan sih*</font></p>
<p><font size="2"><strong><a href="http://wadehel.wordpress.com/2007/01/12/pokoknya%e2%84%a2-kami-yang-paling-benar/" target="_blank" title="Pokoknya ™ by: wadehel">Pokoknya ™</a></strong>  seperti UGD Rumah Sakit, tak ada hari libur.<br />
Demikian pula tagboat yang berjajar di tepian sungai menggandeng ponton menunggu curahan batu bara dari gorong-gorong baja.</font></p>
<p><font size="2">Ketika masih mulai merintis pembuatan jalan dan bangsal pemukiman pekerja, banyak buruh harian yang terjangkit Malaria. Tentu Malaria tropika sesuai mapping <strong><a href="http://www.searo.who.int/en/Section10/Section21/Section334.htm" target="_blank" title="Malaria, by WHO">WHO</a></strong>. Tahu malaria enggak ?<br />
Itu tuh penyakit yang disebabkan <strong><a href="http://www.searo.who.int/en/Section10/Section21/Section340_4269.htm" target="_blank" title="Siklus Plasmodium falcifarum">Plasmodium falcifarum</a></strong> dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. *kalo gak percaya, tanyak aja dokter sampeyan*</font></p>
<p><font size="2">Sebelum itu (sekitar 4 tahun lalu) di area ini kita masih bisa menemui pekantan (kera berbulu coklat kemerahan) di tepian sungai dan hutan bakau.<br />
Mereka (pekantan) tak peduli kita lewat di jalan tanah bebatuan, layaknya sahabat, atau mungkin kita dianggap tontonan.<br />
Rombongan burung punai beterbangan di pepohonan ketika mendengar deru kendaraan. Tupai berloncatan di rerumputan tepian jalan.</font></p>
<p><font size="2">Sejak September 2005 kegiatan tambang beroperasi (secara resmi).<br />
Pemandangan indah alami tersebut kini tak ada lagi.<br />
Yang nampak adalah deru kendaraan berbagai jenis tiada henti, mengangkut batu bara ke tepian sungai. Pepohonan rindang berganti tumpukan batu bara mengkilat bak gundukan bukit hitam. Debupun menjadi hirupan layaknya menu wajib bagi pekerja dan penduduk sekitar.</font></p>
<p><font size="2">Apakah rakyat sekitar untung ? Yang untung jelas <strong><a href="http://pitoyoadhi.wordpress.com/2007/01/20/trafficking/" target="_blank" title="Kearifan lokal, by Kang Adhi">tuan besar modal</a></strong>.<br />
Makmurkah penduduk di sekitar area tambang tersebut ?<br />
Ahhhh, sama dengan nasib saudara kita yang lain di area tambang negeri ini. paling banter jadi pengangkut geledekan, satpam, penjaga kendaraan dan sejenisnya.<br />
Selebihnya tetap miskin, rumah kayu. Bahkan dampaknya sebagian tak bisa lagi berladang. Para nelayan juga tak lagi bisa mendapatkan ikan di sekitar area tersebut, karena sungai tak pernah berhenti bergolak ditingkah kendaraan air yang lalu lalang.</font></p>
<p><font size="2">Mereka adalah rakyat-rakyat tak berdaya.<br />
Siapa bisa melawan penguasa ?</font></p>
<p><font size="2">Pernah beberapa kali organisasi-organisasi pemuda dan organisasi lain protes, demo, marah, mengancam menutup tambang, bilangnya demi lingkungan, bilangnya demi rakyat.<br />
Halaaah, ternyata gak sampai sebulan suara-suara heroik itu hilang.</font></p>
<p><font size="2"><strong>Siapa salah ?<br />
</strong>Menurut saya, banyak yang salah. Mulai Kepala Daerah, Dinas dan <strong><a href="http://arifkurniawan.wordpress.com/2007/01/22/sikap-tobat-makan-gaji-buta/" target="_blank" title="Mas Arif, Aparat apa saja sih ?">aparat</a></strong> terkait, dan bisa jadi termasuk kita. Loh. koq kita diikut-ikutkan sih.<br />
Halah, kan cuman bisa jadi, artinya mungkin.</font></p>
<blockquote><p><font size="2">OOT:<br />
Konon menurut cerita para kontraktor, sang Kepala Daerah seperti dokter praktek. Lho, koq ?<br />
Iya, karena tiap hari, sekitar jam 7 malam menerima banyak pasien, maksudnya bukan orang sakit, tetapi para tamu yang minta obat cespleng berupa rekomendasi proyek.<br />
Gak usah kaget, adakalanya 5 orang bisa memiliki rekomendasi dari Bupati untuk 1 proyek yang sama. Aneh kan. Gak aneh koq, kan bisa lupa, wong gak dicatat, dan lagi pasien tak sakit tersebut membawa amplop senilai biaya operasi di Rumah Sakit mewah.<br />
Ini baru rekomendasi, masih belum ongkos lainnya.<br />
Jadi tak ada jaminan pemegang rekomendasi bakalan dapat proyek, wong Bupatinya pemurah. Saking banyaknya pasien, seringkali prakteknya sampai jam 12 malam.</font></p></blockquote>
<p><font size="2">Lha, setelah membaca rangkaian gambaran umum di atas, apa pendapat anda ?</font></p>
<p><font size="2"><strong><em>Bersambung</em></strong> lho. *sabar sodara, capek*</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pambayun.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pambayun.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pambayun.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pambayun.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pambayun.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pambayun.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pambayun.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pambayun.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pambayun.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pambayun.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pambayun.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pambayun.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pambayun.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pambayun.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pambayun.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pambayun.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=45&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/26/menggaruk-bukit-demi-duit-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de2a4b0f49a6084b81e6279e4d9f6ca5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pambayun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memori: berpayung di Taman Apsari</title>
		<link>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/25/memori-berpayung-di-taman-apsari/</link>
		<comments>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/25/memori-berpayung-di-taman-apsari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2007 19:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pambayun.wordpress.com/2007/01/25/memori-berpayung-di-taman-apsari/</guid>
		<description><![CDATA[Bila gedung Balai Kota Surabaya dianggap sebagai pusat kota, kawasan Taman Apsari boleh dikata masuk dalam jajaran tengah kota. Anehnya tidak semua warga Surabaya mengenal Taman Apsari. Berbeda ketika di tanya Tunjungan, hampir dipastikan semua warga Surabaya mengenalnya. Padahal letak Tunjungan dan Taman Apsari hanya bersebelahan. Tunjungan Plasa sangat dekat dan jelas dilihat dari kawasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=43&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://pambayun.files.wordpress.com/2007/01/payung150.jpg?w=150&#038;h=95" alt="Berpayung di Taman Apsari" align="left" border="0" height="95" hspace="10" vspace="5" width="150" />Bila gedung Balai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Surabaya" title="Sekilas Surabaya" target="_blank"><strong>Kota Surabaya</strong></a> dianggap sebagai pusat kota, kawasan Taman Apsari boleh dikata masuk dalam jajaran tengah kota.<br />
Anehnya tidak semua warga Surabaya mengenal Taman Apsari. Berbeda ketika di tanya Tunjungan, hampir dipastikan semua warga Surabaya mengenalnya. Padahal letak Tunjungan dan Taman Apsari hanya bersebelahan. <a href="http://www.surabaya.go.id/perdagangan.php?page=tunjungan_plasa" title="Tunjungan Plasa" target="_blank"><strong>Tunjungan Plasa</strong></a> sangat dekat dan jelas dilihat dari kawasan ini.<br />
Pun ketika anda berdiri di halaman Balai Kota, coba tanyakan Taman Apsari.<br />
Tidak semua mengetahuinya, padahal tepat di seberang jalan Pemuda itulah Taman Apsari.<span id="more-43"></span></p>
<p>Taman Apsari punya perbedaan unik dibanding kawasan Surabaya lainnya. Betapa tidak, kota yang terkenal dengan udara panas dan kemacetan, tidak berlahu untuk kawasan Taman Apsari, sebuah kawasan mini peninggalan Belanda. hiruk pikuk Kota Surabaya seakan tak terasa. Sepi, tak banyak kendaraan lewat, rindang, sejuk dan relatif tenang, walau tempatnya di tengah kota.</p>
<p>Ciri khas Taman Apsari antara lain:</p>
<ul>
<li>Tempat Patung <a href="http://www.surabaya.go.id/pariwisata.php?page=joko_dolog" title="Joko Dolog" target="_blank"><strong>Joko Dolog</strong></a> yang terkenal itu</li>
<li>Tempat Radio Suzana yang benyak menggelar acara aneh.</li>
<li>Tempat berdiri <a href="http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/governor-soeryo-monument/source/governor-soeryo-01.html" title="Patung Suryo di area Taman Apsari" target="_blank"><strong>Patung Suryo</strong></a> dan tamannya nan hijau.</li>
<li>Tempat Rumah Makan Tamansari yang konservatif.</li>
<li>Tempat Flat berlantai 5 peninggalan Belanda</li>
</ul>
<p><strong>S e k a r a n g ?</strong><br />
Ah, kawasan nan sejuk, dipenuhi pepohonan besar, tenang dan bebas banjir itu sudah berubah.<br />
Yang tersisa hanyalah memori. Memang masih ada Patung Suryo, masih ada Joko Dolog, masih ada RM Tamansari, masih ada Radio Suzana.<br />
Namun, keasrian sudah hilang, pohon besar bertumbangan, gedung Flat peninggalan Belanda rata dengan tanah.</p>
<p>Selain ketenangan, asri dan teduh pepohonan, kenangan paling berkesan bagi saya adalah gedung berlantai 5 peninggalan Belanda.<br />
Gedung kokoh tersebut beda dengan gedung pemukiman lantaran punya ciri tersendiri, yakni: bertembok tebal, pintu dan jendela tinggi, kamar nan lapang, ventilasi lebar, pembuangan limbah lancar dan halaman luas dinaungi pepohonan raksasa nan rindang.</p>
<p><strong>Kilas balik</strong><br />
Sejak Indonesia merdeka, lalu diikuti peristiwa heroik yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan, gedung tersebut kosong seperti gedung peninggalan kolonial lainnya.<br />
Pemerintah kala itu membagikannya kepada warga sebagai hak pakai.<br />
Bermodal selembar kertas, sebagian warga menempatinya.<br />
Tak banyak yang mau bermukim, sama seperi gedung pemukiman lain milik Belanda. Mungkin masih suasana takut jika sewaktu-waktu timbul agresi.<br />
Kami adalah generasi kedua yang menempati gedung tersebut, di lantai dasar bagian ujung.<br />
Ketika itu Masih ada generasi pertama, diantaranya keluarga Belanda dan ada pula campuran Belanda-Indonesia. Kami menyebutnya Londo atau Indo.</p>
<p><strong>Inilah kelemahannya.</strong><br />
Semua penghuni tidak memiliki surat hak milik, mengira surat hak pakai sudah cukup.<br />
Setiap ada yang mengurus, atau membelinya, konon dijawab oleh instansi berwenang, tidak perlu.<br />
Beberapa tahun lalu, para penghuni dipaksa menyetujui perjanjian ganti rugi dari Pemkot Surabaya, lantaran kawasan tersebut dibeli pengembang entah untuk apa.<br />
Tanpa surat hak milik, posisi kami amat lemah, sehingga akhirnya manut.<br />
Kami harus rela meninggalkan gedung penuh memori itu.<br />
Beruntung, jauh sebelumnya si Om Belanda sudah mengingatkan kami untuk memiliki rumah sendiri di tempat lain karena beliau khawatir sewaktu-waktu area tersebut diambil alih pemerintah.<br />
Dan ternyata prediksi si Om Belanda benar adanya.<br />
Sekarang flat itu sudah rata dengan tanah. Area yang menurut kasak kusuk akan dijadikan pertokoan mewah tak kunjung berdiri.</p>
<p><strong>M e m o r i.</strong><br />
Tahun lalu kami sekeluarga napak tilas kawasan tersebut, mengenang gedung di mana kami pernah tinggal. Membayangkan kami keluar rumah, berpayung saat hujan.<br />
Tak ada lagi pohon-pohon mahoni raksasa. Panas, gersang.<br />
Anak tertua yang sempat menikmati tinggal di situ protes, mengapa pemerintah tidak menjadikannya gedung yang harus dipertahankan, mengingat nilai sejarahnya. Pertanyaan lain yang terlontar, mengapa, mengapa dan mengapa ?<br />
Saya tidak bisa menjawabnya.<br />
Yang tersisa kenangan sebuah peristiwa.</p>
<p><strong>Memori berpayung di Taman Apsari</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pambayun.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pambayun.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pambayun.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pambayun.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pambayun.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pambayun.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pambayun.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pambayun.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pambayun.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pambayun.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pambayun.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pambayun.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pambayun.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pambayun.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pambayun.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pambayun.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=43&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/25/memori-berpayung-di-taman-apsari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de2a4b0f49a6084b81e6279e4d9f6ca5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pambayun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pambayun.files.wordpress.com/2007/01/payung150.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Berpayung di Taman Apsari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sepekan: nasi basi korban Lapindo</title>
		<link>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/24/lagi-nasi-basi-korban-lapindo/</link>
		<comments>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/24/lagi-nasi-basi-korban-lapindo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jan 2007 17:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Aktual]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pambayun.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Pekan lalu media memberitakan tentang nasi basi yang diterima korban Lapindo. Kejadian pemberian nasi basi yang ditayangkan Metro TV Online pekan lalu sungguh menyesakkan. Keterlaluan ! Jerit hati saya menyaksikan gambar tivi. Juni 2006, saya sempat menyaksikan luapan lumpur di Jalan Tol Gempol, Agustus kembali lewat kawasan tersebut, dan saat lebaran melihat dari dekat area [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=42&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pekan lalu media memberitakan tentang <strong>nasi basi</strong> yang diterima korban Lapindo.<br />
Kejadian pemberian nasi basi yang ditayangkan <a href="http://www.metrotvnews.com/berita.asp?id=31786" title="Nasi basi korban Lapindo" target="_blank"><strong>Metro TV Online</strong></a> pekan lalu sungguh menyesakkan.</p>
<p><strong>Keterlaluan</strong> ! Jerit hati saya menyaksikan gambar tivi.<br />
Juni 2006, saya sempat menyaksikan luapan lumpur di Jalan Tol Gempol, Agustus kembali lewat kawasan tersebut, dan saat lebaran melihat dari dekat area genangan lumpur Lapindo di sekitar jalan lingkar Apollo Porong, Sidoarjo.</p>
<p>Entah apa yang ada di benak para petinggi kita menyaksikan nestapa para korban.<br />
Petinggi daerah, petinggi provinsi, petinggi negara bergantian datang ke lokasi para korban dan kawasan semburan lumpur Lapindo.<span id="more-42"></span></p>
<p>Oke, masalah teknis saya gak ngerti babar blasss.<br />
Tetapi korban yang kehilangan harta benda, tidak cukup dicekoki dengan janji dan hiruk pikuk gegeran di tivi.<br />
Mereka membutuhan <strong>kepastian</strong>, kepastian tempat tinggal, kepastian mata pencaharian, kepastian penggantian (ganti rugi), kepastian arah menentukan masa depan.</p>
<p>Rumah hilang, perabotan terendam, surat penting entah raib kemana.<br />
Surat penting bukan hanya penting tetapi sangat penting.<br />
Surat tanah, IMB, Ijasah seluruh anggota keluarga, Tabungan dan seluruh surat-surat lainnya tak mudah untuk diurus. Kendati begitu, alangkah bijaknya mempercepat proses pembaharuannya.<br />
Katakanlah, surat tanah dan IMB, mestinya pemerintah proaktif segera menyelesaikan.<br />
Banyak persoalan memang, tetapi bukan satu-satunya hambatan, toh sudah ada data base di Badan Pertanahan (ada apa enggak sih ). Kantor Kelurahan dan Kecamatan juga harus proaktif dong. Mumpung kantor-kantor tersebut belum ikutan tergenang.<br />
Diknas sebaiknya juga segera menangani raport para siswa (semua tingkatan), bikin salinannya.<br />
Ada datanya kan ? Sudah apa belum ?<br />
Kasihan tuh anak-anak, sudah sekolahnya tenggelam, jangan sampai ditambah urusan ribet.</p>
<p><strong>Nasi Basi</strong><br />
Dua kali kasus ini berulang. Sungguh kita dibuat geleng kepala, mengurut dada, terperangah, menyaksikan wajah-wajah sendu mendapatkan nasi basi.<br />
Mengapa bisa terjadi ?<br />
Tak ada penjelasan yang memuaskan.<br />
Biasanya kita hanya disuguhi berbagai argumen mbulet. Bosan.<br />
Tak tersentuhkanh hati para petinggi kita menyaksikan warganya kelaparan.<br />
Nasi basi.<br />
Bagaimana bila diare, tifus dan lain penyakit yang muncul sebagai akibat pemberian nasi basi ?<br />
<strong> Keterlaluan !</strong><br />
Sekali lagi keterlaluan !!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pambayun.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pambayun.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pambayun.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pambayun.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pambayun.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pambayun.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pambayun.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pambayun.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pambayun.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pambayun.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pambayun.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pambayun.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pambayun.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pambayun.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pambayun.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pambayun.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=42&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/24/lagi-nasi-basi-korban-lapindo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de2a4b0f49a6084b81e6279e4d9f6ca5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pambayun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>wadehel, kemana sih sampeyan ?</title>
		<link>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/23/wadehel-kemana-sih-sampeyan/</link>
		<comments>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/23/wadehel-kemana-sih-sampeyan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 17:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pambayun.wordpress.com/2007/01/23/wadehel-kemana-sih-sampeyan/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 21 Januari 2007, bung wadehel menulis posting pendek, berjudul &#8220;Kabur Dulu&#8220;, masuk dalam kategori &#8220;puisi dan curhat&#8221;, sebagai berikut: saya masih ingin nulis tapi waktu habis harus tidur besok pagi kabur off dulu sekian minggu belajar mendengarkan wahyu Tak jelas mau kemana beliau. Saya tak berhak bertanya. Namun dalam hati bertanya juga. Wadehel, mau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=41&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu, 21 Januari 2007, bung <a href="http://wadehel.wordpress.com/" title="wadehel, hai" target="_blank"><strong>wadehel</strong></a> menulis posting pendek, berjudul &#8220;<a href="http://wadehel.wordpress.com/2007/01/21/kabur-dulu/" title="Wadehel ngabur sementara." target="_blank"><em><strong>Kabur  Dulu</strong></em></a>&#8220;, masuk dalam kategori &#8220;puisi dan curhat&#8221;, sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>saya masih ingin nulis<br />
tapi waktu habis<br />
harus tidur<br />
besok pagi kabur<br />
off dulu sekian minggu<br />
belajar mendengarkan wahyu</p></blockquote>
<p>Tak jelas mau kemana beliau. Saya tak berhak bertanya.<br />
Namun dalam hati bertanya juga.<br />
<strong>Wadehel, mau kemana sih sampeyan ?</strong><span id="more-41"></span></p>
<ul>
<li>Konsentrasi tugas akhir ? *<em>suit suiiit</em> *</li>
<li>Bisnis ke luar pulau ? *<em>ehm </em>*</li>
</ul>
<p>Lho, koq nanya gitu sih, ini kan wilayah privacy ?<br />
Lha gimana gak nanya, <em><strong>beberapa minggu</strong></em> kan yo lama, yang jelas lebih seminggu.</p>
<p>Menulis ini, saya merasa jadi orang nyinyir, pingin tahu urusan orang lain.<br />
Maklumlah, namanya juga teman, seorang sobat yang seneng parodi.<br />
Apalagi nongkrong di blog bung wadehel, ibarat cangkruk di rumah teman.<br />
Banyak suguhan, ada yang manis, kecut, asin, kadang pahit, bahkan ada suguhan panas.<br />
Suguhan khas <em><strong>selebriti</strong></em>.</p>
<p>Sepertinya beliau memang ada hal penting, ya kita <em>gak bisa ganggu</em>. *<em>don&#8217;t disturb</em> *<br />
Andaikan sibuk tugas akhir, kita bisa ikut <em>sumbang do&#8217;a</em>.<br />
Kalu bisnis, hehehe. Nunggu cipratan laba, <em>royalty man</em>.</p>
<p>Terlepas dari itu semua.<br />
Apapun yang akan sampeyan lalukan, saya hanya bisa mendo&#8217;akan.<br />
<strong>Semoga sukses</strong>. Amin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pambayun.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pambayun.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pambayun.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pambayun.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pambayun.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pambayun.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pambayun.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pambayun.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pambayun.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pambayun.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pambayun.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pambayun.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pambayun.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pambayun.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pambayun.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pambayun.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pambayun.wordpress.com&amp;blog=631885&amp;post=41&amp;subd=pambayun&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pambayun.wordpress.com/2007/01/23/wadehel-kemana-sih-sampeyan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/de2a4b0f49a6084b81e6279e4d9f6ca5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pambayun</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
